Kehidupan Asmara dan Keturunan: Mengulas istri-istri dan putra-putra Arjuna
Kesatria dalam Kelembutan dan Kekuatan
Dalam riwayat besar Mahabharata, tidak ada sosok yang mampu menyeimbangkan dua sisi maskulinitas sesempurna Arjuna. Ia adalah seorang pengelana batin yang tekun, sekaligus ksatria pemanah yang tak tertandingi di medan laga. Dikenal dengan banyak nama dan rupa, sosoknya bukan sekadar pahlawan perang, melainkan simbol dari cita-cita manusia Jawa yang ideal: memiliki kepribadian yang halus dan sopan dalam keseharian, namun memiliki jiwa yang baja dan kesaktian yang kokoh saat kebenaran harus ditegakkan.
Mari kita mengenal lebih dekat sang "Lelananging Jagad", ksatria penengah Pandawa yang menjadi standar ketampanan dan keperkasaan ini.
Begawan Durna merupakan salah satu gurunya, disamping ia berguru pada Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana, Arjuna mempunyai banyak nama diantaranya, Janaka, Parta, Permadi, Parantapa, Palguna, Dananjaya dan masih ada nama-nama lain.
Permadi juga mempunyai banyak istri, diantaranya, Sembadra, Srikandi, Ulupi, dan ada salah satu diantaranya bidadari bernama Dersanala yang mempunyai momongan bernama Wisangeni. Tidak itu saja masih banyak istri lagi. Istri yang paling dicintai adalah Sembadra, ia mempunyai anak bernama Angkawijaya yang juga disebut Abimanyu.
Arjuna mempunyai kebiasaan yang sangat bersahaja, namun ia sangat cerdik, jujur, sopan dan halus. Namun Janaka sebagai ksatria yang sering disepelekan dengan olah gerak yang lemah lembut. Karena Permadi merupakan ksatia yang sangat teteg, tidak gampang miur, sangat kokoh dalam pendiriannya. Ia sangat tatag menghadapi apapun, tidak merasa was- was, diimbangi dengan semangat tangguh, karena Arjuna memiliki kekuatan lahir serta batin.
Arjuna berkulit bersih, halus, namun tubuhnya kuat, atletis serta ber- penampilan sangat menarik. Oleh karenanya banyak wanita yang mudah terpikat, termasuk bidadari dari kahyangan pun siap diperistri.
Dengan penampilan yang lembut itu, ternyata Arjuna mempunyai ke- kuatan yang hebat. Kesaktiannya tiada tanding, karena ia sudah sangat matang dalam olah kanuragan dan olah batin. Gerakan-gerakannya lembut, pelan serta halus, namun ketika berperang membuat lawannya terjerembab ke tanah.
Karenanya ia disebut Parta, yang berarti jago perang. Ia sangat mumpuni dalam mengolah berbagai senjata yang dimiliki. Semua sudah matang di- pelajari ketika ia pergi berguru kepada siapapun, sehingga Arjuna siap menghadapi musuh-musuhnya.
Soal memanah Permadi sudah menguasai sejak masih muda, dan masih tinggal di Istana Astina, Ia sudah tekun mengasah kemampuannya me- manah, tentu menurut semua arahan dari Begawan Durna pengasuhnya dari Padepokan Sokalima. Dan Arjuna merupakan pemanah terbaik, atas prestasinya ia mendapatkan Panah Sangkali.
Filosofi Parta di Era Modern
Arjuna, dengan segala nama dan kelebihannya, memberikan kita pelajaran berharga bahwa kekuatan sejati tidak selalu ditampilkan dengan otot yang menonjol atau teriakan yang keras. Melalui gerakan yang pelan dan halus, ia justru mampu menumbangkan musuh yang paling garang sekalipun. Ini adalah filosofi Ngono yo ngono, ning ojo ngono—sebuah seni pengendalian diri agar tetap bersahaja meski memiliki kekuatan yang luar biasa.
Sosoknya mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang "tatag" dan "teteg"; kokoh dalam pendirian dan tidak mudah goyah oleh badai tantangan. Meskipun dunia terus berubah, kearifan Arjuna dalam menjaga keseimbangan antara asah batin dan keterampilan lahiriah tetaplah menjadi kompas yang relevan bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan dengan cara yang terhormat dan beretika.
Posting Komentar untuk "Kehidupan Asmara dan Keturunan: Mengulas istri-istri dan putra-putra Arjuna"
Add your message to every single people do comment here