Dewa Dewi dalam Dunia Pewayangan

Menelusuri Jejak Kosmologi dalam Dunia Pewayangan
Dunia pewayangan bukan sekadar pertunjukan seni di atas layar putih, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang asal-usul kehidupan, moralitas, dan tatanan alam semesta. Salah satu aspek yang paling memikat adalah keberadaan entitas Dewa-Dewi yang menghuni khayangan. Menariknya, mitologi pewayangan di Nusantara—khususnya Jawa—memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari sumber aslinya di India.

Di dalam pakem pewayangan, terjadi akulturasi yang luar biasa antara Tradisi Hindu dan Kearifan Lokal Jawa, bahkan melibatkan silsilah yang ditarik hingga ke akar monoteisme. Hal ini menciptakan sebuah harmoni budaya di mana dewa-dewi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari silsilah besar yang menghubungkan dimensi spiritual dan kemanusiaan. Mari kita selami lebih dalam silsilah dan daftar para penguasa khayangan, mulai dari leluhur pertama hingga generasi batara-batari yang membentuk dinamika kisah Wayang Purwa.

Pada kesempatan kali ini kita akan berbagi informasi tentang Dewa-Dewi dalam dunia pewayangan yang sering kita lihat ataupun dengar bahkan kita pelajari dalam seni budaya pewayangan.

Dewa-Dewi wayang

Dewa-Dewi dalam dunia pewayangan sebagian merupakan dewa-dewi yang muncul dalam Tradisi Hindu yang diadaptasi kedalam wayang kulit, dan sebagian lagi merupakan dewa-dewi tradisi Jawa.

Seluruh dewa-dewi dimulai dari Nabi Adam, dengan urutan:

  • Sang Hyang Adhama (Nabi Adam)
  • Sang Hyang Sita
  • Sang Hyang Nurcahya (Sayid Anwar)

Dalam hal ini, Sang Hyang Nurcahya ialah dewa pertama yang menurunkan para dewa-dewi di segala penjuru bumi, termasuk dewa-dewi dalam tradisi Hindu maupun Jawa.

  1. Sang Hyang Nurcahya
  2. Sang Hyang Nurrasa
  3. Sang Hyang Taya
  4. Sang Hyang Wenang
  5. Sang Hyang Tunggal (Sang Hyang Widhi)
  6. Sang Hyang Rancasan
  7. Sang Hyang Ismaya (Semar)
  8. Sang Hyang Tejamaya (Togog)
  9. Sang Hyang Manikmaya (Batara Guru)

Dewa Generasi Berikutnya

  1. Batara Antaboga
  2. Batara Asmara
  3. Batara Aswan
  4. Batara Aswin
  5. Batara Balaupata
  6. Batara Baruna
  7. Batara Bayu
  8. Batara Basuki
  9. Batara Brama
  10. Batara Bongkokan (Sang Hyang Wungkuam)
  11. Batara Cakra
  12. Batara Candra
  13. Batara Cingkarabala
  14. Batara Citragada
  15. Batara Citrasena
  16. Batara Daniswara
  17. Batara Darma
  18. Batara Dewasrani
  19. Batara Drema
  20. Batara Dwapara
  21. Batara Gana (Ganesa)
  22. Batara Harjunawinanga
  23. Batara Indra (Sakra)
  24. Batara Kala
  25. Batara Kamajaya
  26. Batara Kanwa
  27. Batara Kresna (Prabu Kresna)
  28. Batara Kuwera
  29. Batara Mahadewa
  30. Batara Mahayekti
  31. Batara Mahyati
  32. Batara Nagaraja
  33. Batara Narada
  34. Batara Patuk
  35. Batara Rudra (Rodra)
  36. Batara Sambo (Sambu)
  37. Batara Surya
  38. Batara Temboro (Tamburu)
  39. Batara Wismakrama
  40. Batara Wismanu
  41. Batara Wisnu
  42. Batara Wrahaspati
  43. Batara Yamadipati

Dewi

  • Batari Durga (Batari Uma)
  • Batari Dresanala (Dersanala)
  • Batari Wilutama
  • Batari Ratih (Kamaratih)
  • Batari Siwagnyana
  • Batari Astuti
  • Batari Dremi

Daftar tokoh wayang yang muncul di kisah Wayang Purwa (RA Kosasih)

ref: wikipedia

Warisan Luhur yang Tak Lekang oleh Waktu

Daftar panjang Dewa-Dewi di atas menunjukkan betapa kayanya imajinasi dan kedalaman filosofis nenek moyang kita dalam memandang alam semesta. Melalui sosok seperti Sang Hyang Ismaya (Semar) yang melambangkan kerendahan hati, hingga Batara Guru yang mewakili otoritas tertinggi, kita belajar bahwa setiap karakter dewa membawa simbolisme moral yang relevan bagi kehidupan manusia.

Memahami hierarki dan peran para dewa-dewi ini bukan sekadar upaya menghafal nama, melainkan cara kita menghargai bagaimana nilai-nilai spiritualitas diadaptasi secara cerdas ke dalam budaya lokal. Dengan menjaga pengetahuan ini tetap hidup, kita turut melestarikan identitas bangsa yang kaya akan akulturasi dan toleransi. Semoga ringkasan tokoh-tokoh Wayang Purwa ini dapat menjadi pintu gerbang bagi Anda untuk lebih mencintai dan mendalami kekayaan seni budaya Nusantara.


Tokoh Leluhur (Silsilah Awal)

  • Sang Hyang Nurcahya: Merupakan tokoh jembatan antara garis keturunan Nabi (Adam) dan para Dewa. Ia dianggap sebagai "sumber cahaya" yang menurunkan kekuatan spiritual bagi seluruh dewa-dewi di bumi.

  • Sang Hyang Wenang: Sosok dewa yang memiliki kekuasaan absolut dan sakti mandraguna. Ia adalah kakek dari Batara Guru dan merupakan simbol dari kekuasaan tertinggi yang belum terbagi.

  • Sang Hyang Tunggal: Ayah dari tiga dewa besar (Antaga, Ismaya, Manikmaya). Ia mewakili konsep keesaan dan merupakan sosok yang sangat dihormati sebagai penguasa khayangan sebelum era Batara Guru.


Tokoh Utama Khayangan

  • Sang Hyang Manikmaya (Batara Guru): Raja dari segala dewa yang bersemayam di Khayangan Jonggring Salaka. Ia digambarkan memiliki ciri khas bertangan empat, leher berwarna biru (karena meminum racun dunia), dan mengendarai lembu Nandini. Ia adalah pemimpin tertinggi dalam urusan duniawi dan spiritual.

  • Sang Hyang Ismaya (Semar): Meskipun ia adalah dewa yang sangat sakti, Ismaya memilih turun ke bumi sebagai Semar Badranaya. Ia menjadi pengasuh (pamong) para ksatria berbudi luhur. Ia adalah simbol kebijaksanaan, kerendahan hati, dan "Dewa yang membumi".

  • Sang Hyang Tejamaya (Togog): Kakak tertua dari Batara Guru yang ditugaskan turun ke bumi sebagai pengasuh para tokoh antagonis atau raksasa. Perannya adalah untuk mengingatkan para penguasa jahat agar kembali ke jalan kebenaran, meskipun sering kali tidak didengarkan.


Dewa-Dewi Generasi Populer

  • Batara Wisnu: Dewa pemelihara alam semesta (Pelindung). Ia dikenal sering menitis (inkarnasi) ke dunia dalam bentuk manusia (seperti Prabu Kresna atau Rama) untuk menegakkan keadilan dan menghancurkan kebatilan.

  • Batara Bayu: Dewa penguasa angin yang melambangkan kekuatan dan keteguhan hati. Ia adalah guru dari tokoh-tokoh kuat seperti Bima dan Hanoman (keduanya dikenal sebagai Bayusiwi).

  • Batara Kala: Putra Batara Guru yang menjadi simbol waktu dan kehancuran. Ia memiliki rupa raksasa dan bertugas memakan manusia yang "salah waktu" (wong sukerta), yang hanya bisa diselamatkan melalui ritual Ruwatan.

  • Batara Kamajaya & Batari Ratih: Pasangan dewa-dewi cinta dan kesetiaan. Kamajaya dikenal karena ketampanannya dan Ratih karena kecantikannya. Mereka adalah simbol keharmonisan rumah tangga yang tak terpisahkan.

  • Batara Indra: Dewa penguasa hujan dan petir yang juga menjabat sebagai raja di Khayangan Kaindran. Ia sering ditugaskan untuk menguji keteguhan para ksatria yang sedang bertapa.

  • Batari Durga (Batari Uma): Istri dari Batara Guru. Dalam wujud indahnya ia bernama Umayi, namun karena suatu kutukan, ia berubah menjadi Durga yang berwajah seram dan bersemayam di Setra Gandamayit untuk menguasai roh-roh jahat.


Kesimpulan Singkat

Setiap tokoh ini membawa pesan moral tersendiri; ada yang mewakili kekuasaan, kebijaksanaan, kekuatan, hingga cinta kasih. Kehadiran mereka membuat alur cerita Wayang Purwa menjadi penuh dengan pelajaran hidup yang dalam.

Posting Komentar untuk "Dewa Dewi dalam Dunia Pewayangan"