Asal-Usul Wayang - Part 2

- February 07, 2018
Lanjutan "Asal-Usul Wayang - Part 1"


Wayang - Pertunjukan roh nenek moyang itu kemudian di kembangkan dengan cerita yang lebih berbobot. Ramayana dan Mahabarata. Selama abad X hingga XV, wayang berkembang dalam rangka ritual agama dan pendidikan kepada masyarakat. Pada masa ini telah mulai di tulis sebagai cerita tentang wayang. Semasa kerajaan Kediri, Singasari, dan Majapahit kepustakaan wayang mencapai puncaknya seperti tercatat pada prasasti di candi-candi, karya sastra yang di tulis oleh Empu Sendok, Empu Sedah, Empu Panuluh, Empu Tantular dan lain-lain. 

Karya sastra wayang yang terkenal dari zaman Hindu itu antara lain Baratayuda, Arjuna Wiwaha, Sudamala, sedangkan pergelaran wayang sudah bagus, diperkaya lagi dengan penciptaan peraga wayang terbuat dari kulit yang di pahat, di iringi gamelan dalam tatanan pentas yang bagus dengan cerita Ramayana dan Mahabarata. Pergelaran wayang mencapai mutu seni yang tinggi sampai-sampai digambarkan 'hananonton ringgit maangis asekel' tontonan wayang sangat mengharukan.

Menarik untuk di perhatikan cerita Ramayana dan Mahabarata yang asli berasal dari India, telah di terima dalam pergelaran wayang Indonesia sejak zaman Hindu hingga sekarang. Wayang seolah-olah identik dengan Ramayana dan Mahabarata. Namun perlu dimengerti bahwa Ramayana dan Mahabarata versi India itu sudah banyak berubah. Berubah alur ceritanya; kalau Ramayana dan Mahabarata India merupakan cerita yang berbeda satu dengan lainnya, di Indonesia menjadi satu Kesatuan.

Dalam pewayangan cerita itu bermula dari kisah Ramyana terus bersambung dengan Mahabarata, malahan di lanjutkan dengan kisag zaman kerajaan Kediri. Mahabarata asli berisi 20 parwa, sedangkan di Indonesia tinggal 18 parwa. Yang sangat menonjol perbedaannya adalah falsafah yang mendasari kedua cerita itu, lebih-lebih setelah masuknya agama islam. Falsafah Ramayana dan Mahabarata yang Hinduisme diolah sedemikian rupa sehingga menjadi diwarnai nilai-nilai agama Islam. Hal ini antara lain tampak pada kedudukan dewa, garis keturunan yang patriarkhat, dan sebagainya. Wayang di perkaya lagi dengan begitu banyaknya cerita gubahan baru yang bisa di sebut lakon 'carangan' maka Ramayana dan Mahabarata benar-benar berbeda dengan aslinya . Begitu pula Ramayana dan Mahabarata yang berkembang di Myanmar, Thailand, Kamboja, dan di tempat-tempat lainnya. Ramayana dan Mahabarata dari India itu sudah menjadi Indonesia karena di warnai oleh budaya asli dan nilai-nilai budaya yang ada di Nusantara.

Di Indonesia, walaupun ......

Lanjutan di  Asal-Usul Wayang - Part 3


Add your message to every single people do comment here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search

MARI KITA JAGA DAN LESTARIKAN BUDAYA WAYANG KULIT INDONESIA