Asal-Usul Wayang - Part 1

- February 06, 2018
Wayang - Asal-usul dan perkembangan wayang tidak tercatat secara akurat seperti sejarah. Namun orang selalu ingat dan merasakan kehadiran wayang dalam kehidupan masyarakat. Wayang akrab dengan masyarakat sejak dahulu hingga sekarang, karena memang wayang itu merupakan salah satu buah usaha akal budi bangsa Indonesia. Wayang tampil sebagai seni budaya tradisional, dan merupakan puncak budaya daerah.


Menelusuri asal-usul wayang secara ilmiah memang bukan hal yang mudah. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga kini banyak para cendekiawan dan budayawan berusaha meneliti dan menulis tentang wayang. Ada persamaan, namun tidak sedikit yang saling silang pendapat. Hazeu berbeda pendapat dengan Rasers begitu pula pandangan dari pakar Indonesia seperti K.P.A Kusumadilaga, Ranggawarsita, Suroto, Sri Mulyono dan lain-lain.



Namun semua Cendekiawan tersebut jelas membahas Wayang Indonesia dan menyatakan bahwa wayang itu sudah ada dan berkembang sejak zaman kuna, sekitar tahun 1500 SM, jauh sebelum agama dan budaya dari luar masuk ke Indonesia



Jadi, wayang dalam bentuknya yang masih sederhana adalah asli Indonesia, yang dalam proses perkembangan setelah bersentuhan dengan unsur-unsur lain, terus berkembang maju sehingga menjadi ujud dan isinya seperti sekarang ini. Sudah pasti perkembangan itu tidak akan berhenti, melainkan akan berlanjut di masa-masa mendatang.



Wayang yang kita Lihat sekarang ini berbeda dengan wayang pada masa lalu, begitu pula wayang di masa depan akan berubah sesuai zamannya. Tidak ada sesuatu seni budaya yang mandeg, Seni Budaya akan selalu berubah dan berkembang, namun perubahan seni budaya wayang ini tidak berpengaruh terhadap jati dirinya, karena wayang telah memiliki landasan yang kokoh. Landasan utamanya adalah sifat 'HAMOT, HAMONG, HAMEMANGKAT' yang menyebabkannya memiliki daya tahan dan daya kembang wayang sepanjang zaman.



HAMOT adalah keterbukaan untuk menerima pengaruh dan masukan dari dalam dan luar, HAMONG adalah kemampuan untuk menyaring unsur-unsur baru itu sesuai nilai-nilai wayang yang ada, un tuk selanjutnya diangkat menjadi nilai-nilai yang cocok dengan wayang sebagai bekal untuk bergerak maju sesuai perkembangan masyarakat. HAMEMANGKAT atau memangkat sesuatu nilai menjadi nilai baru. dan, ini jelas tidak mudah. Harus melalui proses panjang yang di cerna dengan cerma. Wayang dan seni pedalangan sudah membuktikan kemampuan itu, berawal dari zaman kuna, zaman hindu, masuknya agama islam, zaman penjajahan hingga zaman merdeka, dan pada masa pembangunan nasional dewasa ini. Kehidupan global juga merupakan tantangan dan sudah tentu wayang akan di uji ketahanannya dalam menghadapinya.


PERIODISASI


Periodisasi perkembangan budaya wayang juga merupakan bahasan yang menarik. Bermula zaman kuna ketika nenek moyang bangsa Indonesia masih menganut animisme dan dinamisme. Dalam alam kepercayaan animisme dan dinamisme ini diyakini roh orang yang sudah meninggal masih tetap hidup, dan semua benda itu bernyawa serta memiliki kekuatan. Roh-roh itu bisa bersemayam di kayu-kayu besar, batu, sungai, gunung dan lain-lain. Paduan dari animisme dan dinamisme ini merupakan roh nenek moyang yang dulunya berkuasa, tetap mempunyai kuasa. Mereka terus di puja dan di mintai pertolongan.



Untuk memuja roh nenek moyang ini, selain melakukan ritual tertentu mereka mewujudkannya dalam bentuk gambar dan patung. Roh nenek moyang yang di puja ini di sebut 'HYANG' atau 'DAHYANG'.



Orang bisa berhubungan dengan para hyang ini untuk minta pertolongan dan perlindungan, melaui seorang medium yang di sebut 'SYAMAN'. Ritual pemujaan nenek moyang, hyang dan syaman inilah yang merupakan asal mula pertunjukan wayang. Hyang menjadi wayang, ritual kepercayaan itu menjadi jalannya pentas dan syaman menjadi dalang. Sedangkan ceritanya adalah petualangan dan pengalaman nenek moyang. Bahasa yang di gunakan adalah bahasa Jawa asli yang hingga sekarang masih di gunakan. Jadi wayang itu berasal dari ritual kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia di sekitar tahun 1500 SM.



Berasal dari zaman animisme dan dinamisme, wayang terus mengikuti perjalanan sejarah bangsa sampai pada masuknya agama Hindu ke Indonesia sekita abad ke enam. Bangsa Indonesia mulai bersentuhan dengan peradaban tinggi dan berhasil membangun kerajaan-kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, bahkan Sriwijaya yang besar dan jaya. Pada masa itu wayang pun berkembang pesat, mendapat pondasi yang kokoh sebagai suatu karya seni yang bermutu tinggi.


Pertunjukan roh nenk moyang itu kemudian ..............


1 comments:

avatar

mantapppp..sip jadi tambah pengetahuan ini

Add your message to every single people do comment here
EmoticonEmoticon

Next Post This Older
 

Start typing and press Enter to search

MARI KITA JAGA DAN LESTARIKAN BUDAYA WAYANG KULIT INDONESIA